Ryan on Facebook

Klien saya : Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) | Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) | Universitas Diponegoro (UNDIP) | PNPM Purbalingga | PNPM | PNPM Cilacap | PNPM Tegal | PNPM Pemalang | PNPM Pekalongan | PNPM Batang | PNPM Brebes | RUmah Sakit ANANDA Purwokerto | Salon Muslimah SALMA Purwokerto | Griya kerudung ARRAUDHOH | Toko Buku MUTIARA | Toko Buku Gramedia Purwokerto | Rumah Sakit Mitra Ariva Ajibarang | East West Seed, Purwakarta | Bank Muamalat Cabang Purwokerto | Telkomsel | Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas | Dinas Pendidikan Kabupaten Cilacap | Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga | Dompet Sosial Hidayah Klaten

Minggu, 08 Januari 2012

FASE HIDUP


Saya pernah membaca sebuah tulisan, entah darimana sumbernya tapi ini menjadi inspirasi saya dalam menulis artikel ini, “Menjadi tua adalah kepastian tetapi menjadi dewasa adalah pilihan”. Memang benar adanya. Ada beberapa orang yang memang secara usia tergolong masih muda, tetapi cara bepikir dan sikap dia menunjukan sebuah kedewasaan. Dia mampu menentukan sikap dan mengambil 100 persen tanggungjawab hidupnya ke atas pundaknya, mencapai kemapanan psikologis dan melampaui batas kematangan diri.

Sebaliknya ada beberapa orang di sekitar saya yang usianya mencapai kepala empat tetapi masih menghadapi masalah dalam menghadapi hidup. Bingung menentukan arah hidup, canggung dalam mengambil sebuah keputusan, gamang dalam menentukan sikap dan ragu dalam menyusuri liku hidupnya. Ada diantara usia mereka yang takut untuk memutuskan menikah dengan alasan finansial dan ketidaksiapan mental, Mungkin situasi itulah yang dimaksud “Tua adalah kepastian tetapi menjadi dewasa adalah pilihan”

Dari perjalanan hidup, saya mendapati kesimpulan bahwa manusia selama masa hidupnya akan mengalami 3 fase kehidupan, pertama adalah fase kanak-kanak, kedua adalah fase remaja, ketiga adalah fase dewasa. Namun fase ini bukan tentang fase usia, atau psikologis, tetapi tentang kematangan mental dan emosional, bisa jadi usia dia bertambah tetapi kematangan mental dan emosional berada di tempat yang sama. Untuk jelasnya kita bahas fase demi fase tersebut, yuk… !

Fase pertama adalah fase kanak-kanak, perhatikanlah bagaimana seorang balita atau anak anak melewati hari-harinya, dia sangat bergantung dengan bantuan orang lain, tentunya adalah orang tuanya, bahkan untuk memenuhi kebutuhan pribadinya dimulai dari makan, minum, mandi dan sebagainya, dia tak mampu menghadapinya sendiri. Begitu pula dalam mengarungi hidupnya dia tidak mengetahui kemana dia akan menuju dan untuk apa, dia hanya tahu bahwa hidup adalah saat ini dan tidak pernah membuat sebuah rencana dengan masa depannya.

Dia hadapi masalah dengan rengekkan dan berharap orang lain yang menyelesaikannya, yang dia lakukan adalah mencari kesenangan tetapi tidak mau ambil risiko atas konsekuensi dari aktivitas yang disenanginya itu, dia memutuskan untuk bermain dan berlari tetapi tidak mau sakit gara-gara jatuh dan terluka. Dia ambil keputusan atau sikap yang disukainya tetapi membiarkan orang lain yang bertanggung jawab atas konsekuensi yang ditimbulkannya. Adakah diantara kita yang masih bersikap seperti itu dalam hidup?

Fase selanjutnya adalah fase remaja, dicirikan dengan perasaan bahwa dia tidak lagi membutuhkan orang lain di sekitarnya, di dalam fase ini sejatinya dia masih seorang anak-anak tapi dia merasa bahwa dia adalah seorang dewasa. Dia merasa bahwa dunia hanya miliknya dan tidak ada satupun yang mampu menahan keputusannya. Jarang sekali seorang remaja mendengarkan orang orang di sekitarnya, dan ketika seseorang memberikan masukan kepadanya dengan nada percaya diri dan dengan suara ringan dia ucapkan “saya sudah besar dan saya tahu apa yang saya lakukan”.

Dia tersinggung dengan masukan, juga akan marah dengan kritikan, meskipun kritikan itu baik untuknya. Anehnya ketika tindakannya salah justru dia menyalahkan orang lain dan mengatakan bahwa semua terjadi disebabkan karena lingkungan yang tidak mendukung keputusannya. Pendeknya dia ambil keputusan tetapi tidak mengambil tanggung jawab atas keputusan yang telah dipilihnya. Masihkan diri kita seperti ini?

Fase akhir adalah fase dewasa, pada saat ini di satu sisi dia bertanggungjawab atas kehidupannya namun di sisi lain dia menyadari bahwa dia tidak bisa hidup seorang diri, dia memutuskan kemana dia akan melangkah dan apa konsekuensi dari keputusannya, kehidupannya dipenuhi dengan perencanaan hidup, tapi dia juga memanfaatkan sumberdaya di luar dirinya untuk mendukung rencana hidupnya tersebut.

Karena sadar bahwa lingkungan sosial juga berperan terhadap jalan hidupnya dia tidak alergi dengan saran dan kritikan, seberapa pedas pun kritikan itu. Dia menghormati lingkungannya karena dia menyadari bahwa orang lain sama-sama memiliki tujuan hidup dan bisa jadi mereka juga membutuhan dirinya. Dia berusaha bersinergi dengan lingkungan untuk tetap menjaga hidup dinamis dan harmonis.

Dia perlakukan orang lain sebagaimana dirinya ingin diperlakukan, dia berusaha berkata dan bersikap agar orang lain tidak terganggu dengan keputusan dan tindakannya, semuanya atas dasar sinergi dan kesadaran bahwa manusia saling membuthkan satu dengan yang lainnya. Dia berada di level kesadaran emotional dan mental yang sempurna.

Nah sadari di level mana saat ini kita hidup?, apakah masih di level kanak-kanak, ketika kita tidak bisa mengambil tanggung jawab atas hidup kita saat ini atau di masa yang akan dating? Atau berada di level remaja, ketika kita merasa sudah dapat hidup mandiri dan tanpa memerlukan bantuan orang lain atau di level dewasa ketika kita menyadari bahwa kita butuh tujan hidup dan sadar bahwa kita tidak bisa hidup mandiri? Hanya Anda yang mengetahuinya…

4 komentar:

Terimakasih atas kunjungannya... semoga artikelya bermanfaat :)