Ryan on Facebook

Klien saya : Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) | Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) | Universitas Diponegoro (UNDIP) | PNPM Purbalingga | PNPM | PNPM Cilacap | PNPM Tegal | PNPM Pemalang | PNPM Pekalongan | PNPM Batang | PNPM Brebes | RUmah Sakit ANANDA Purwokerto | Salon Muslimah SALMA Purwokerto | Griya kerudung ARRAUDHOH | Toko Buku MUTIARA | Toko Buku Gramedia Purwokerto | Rumah Sakit Mitra Ariva Ajibarang | East West Seed, Purwakarta | Bank Muamalat Cabang Purwokerto | Telkomsel | Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas | Dinas Pendidikan Kabupaten Cilacap | Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga | Dompet Sosial Hidayah Klaten

Jumat, 12 Agustus 2011

Negator

Pernah merasa bergitu sangat bersemangat dengan sebuah pekerjaan atau sebuah tujuan? Melebihi semangat apapun yang pernah Anda miliki? Dimana saat itu Anda mengatakan kepada diri kita sendiri, inilah momen terbaik diri saya, inilah diri saya yang sebenarnya, saya bener-bener dilahirkan kembali dengan semangat yang menggebu dan bersiap menyambut kesuksesan dalam hidup. Pernahkah demikian ?

Namun secara tiba-tiba semangat itu memudar, seolah komitmen-komitmen itu secara perlahan namun pasti mulai meninggalkan diri Anda, semangat ‘45 yang dulu pernah Anda perlihatkan kepada orang sekitar Anda justru menjadi lembek dan tidak membekas, moment yang menjadikan diri Anda begitu bersemangat justru seolah hilang dan tak pernah terjadi, pernahkah dan mengapa seperti itu, Sehingga anda bertanya kepada diri sendiri “Ada apa dengan diri Saya?”

Well, percayalah bahwa hal itu adalah kejadian yang normal, kejadian yang manusiawi, salahsatu karakter manusia adalah memiliki iman dan keyakinan yang naik turun kadang naik dan kadang turun, hanya Malaikat yang memiliki keyakinan tertinggi, dan hanya Nabi dan para Rasul yang memiliki keyakinan yang terus meningkat, dan hanya Iblis yang memiliki keyakinan yang rendah dan tetap dibawah, sementara manusia, terlahir dari unsur bawah (tanah) dan unsur atas (ruh) sehingga wajar saja jika naik dan turun, kan?

Sebenarnya kita mampu membuat keyakinan kita tetap naik dan terus menanjak, jika kita tahu apa yang menyebabkan keyakinan kita menurun, sedemikian rupa, dialah para negator, orang yang serlalu membuat kita kehilangan momentum, semangat, harapan, motivasi, mimpi dan keyakinan, dengan berhati hati terhadap mereka maka kita bisa mensiasati agar tidak kembali terjebak oleh para negator.

Entah benar atau tidak ketika saya mengatakan NEGATOR, sesuai atau EYD itu tidak penting, yang pasti mereka ada dan ada di sekitar kita, bahkan mereka itu adalah orang yang sangat dekat dengan diri Anda, sangat akrab dengan Anda, orang yang paling Anda percayai dan Anda hormati, karena itulah kita tidak merasa kalo mereka adalah para negator, orang-orang yang membuat diri kita terpuruk dan semakinterpuruk.

Berikut adalah perilaku para negator:
  1. Mimpi itu gak usah tinggi-tinggi, ntar kalo jatuh sakit, toh ujung-ujungnya kita tetap mati, nah ungkapan logis bukan? Tapi ternyata sesuatu yang logis itulah cara para negator mempengaruhi kita, padahal teman, mimpi besar atau kecil energinya sama, namun justru motivasinya beda, mimpi besar cenderung membuat kita berpikir dan berjiwa besar, sebsar cita-cita dan impian kita. Tetapi ketika mimpi kita kecil, kita cenderung mengabaikan dan cenderung menganggap enteng. Ujungnya? Sudah di tebak, tidak diselesaikan.
  2. Jatahmu tuh memang segini, mau digimanain juga emang segitu, gak usah terlalu muluk, enjoy Aja. Wow, menohok bukan? Slep… masuk ke dalam hati, ini pula yang menjadikan orang tidak mau beruat terbaik bagi dirinya, takut di hina, padahal bagi para negator, anda sukses atau gagal ujungnya tetap di komentarin juga, gagal ya komentar sukses juga ya komentar !
  3. Buah jatuh gak jauh dari pohonnya, bapaknya miskin anaknya gak jauh dari nasib ortunya, nah ini dia nih, sebuah metafora yang sering kita yakini, datang dari para negator bijak yang tidak ingin meliat saudaranya berhasil dan keluar dari lingkaran hidup masa lalu, mereka yang mengamini para negator inilah yang banyak gagalnya, dan banyak diantara mereka yang tidak bisa keluar dari lingkaran yang satu ini.
  4. Update status FB atau Twitter gak keluar dari menghina hari, menghina waktu Dan menghina situasi, parahnya lagi dia menhina diri Dan Tuhannya. Coba perhatikan bagaimana update-status teman kita ? mana yang lebih banyak yang positif dan cenderung memotivasi atau sebaliknya, hati hati, itu juga sebuah cerminan dimana diri kita berada, di lingkungan para negator atau di lingkungan para motivator?
Mereka para negator seperti fatamorgana kelihatannya seperti menyejukkan padahal sebenarnya terik yang amat panas, dia seperti oasis di tengah gersangnya padang pasir padahal semuanya hanya ilusi, terkesan menolong dan realistis padahal menghancurkan bahkan membunuh kita, suara mereka terdengar sangat merdu, padahal kemerduan mereka hanya balutan Agar anda tetap berada di tempat yang sama di beberapa tahun ke depan.

Mereka terkesan perhatian, padahal sebenarnya sedang mematai Anda agar Anda tetap berada di lingkaran yang sama dan tidak keluar dari kubangan, Dia terkesan mendengarkan namun sebenarnya mencari celah agar dia berkesempatan untuk menghancurkan Anda. Dia terkesan bijak sehingga kata-katanya begitu sangat indah Dan nyaris tanpa cela, Namun didalam kebijaksanaan dia tersimpan kedengkian Dan ketakutan jikalau kita menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Lantas bagaimana cara kita menghadapi semua para negator itu, berikut tips yang bisa saya berikan:
  1. Visualisasikan mimpi Anda, buat se-emosional mungkin, Anda harus memiliki mimpi, yang menjadi kompas bagi Arah hidup Anda, menjadi penyemangat dalam hidup Anda, tentang kehidupan masa depan seperti apa yang seharusnya Anda miliki, baik kehidupan spiritual, Emosional, social, material, dan financial Anda, tetapkan sejak saat ini juga.
  2. Baca buku positif, buku adalah makanan pikiran bagi Anda, membaca buku positif berarti memberikan gizi bagi pikiran Anda, dengan gizi itu pikiran akan membesarkan diri dan jiwa Anda, mereka yang berjiwa besar akan membuat keputusan besar, langkah besar, tindakan besar dan hasil-hasil yang besar.
  3. Akses hanya informasi yang positif, media adalah hidup kita di jaman informasi, namun tidak semua media yang kita terima bertanggunjawab atas kehidupan kita, kitalah yang harus bisa memilahnya, mana yang memuliakan dan membesarkan kita, dan mana yang menghinakan dan menghancurkan kita, bijaklah dalam menerap informasi sejak saat ini. 
  4. Datangi seminar, pelatihan Dan workshop pemberdayaan diri, berinvestasilah lebih banyak untuk kegiatan itu. Banyak diantara kita menginvestasikan uang kita jauh lebih banyak untuk kepentingan perut kita, tetapi tidak untuk kepala kita, rasanya perut kita lebih berharga ketimbang kepala kita, padahal kepala kita inilah yang akan memberikan kesejahteraan bagi perut kita. Mahal bisa berarti bahwa bahwa pengetahuan itu sangat berharga bagi diri Anda, jika kita bisa membeli makanan yang mahal dan enak, mengapa tidak membeli nutrisi yang bergizi dan mahal untuk kepala kita?
  5. Penuhi kepala dengan positive self talk. Diri kita tidak bisa tidak berpikir, dan berpikir adalah cara orak Anda berkomunikasi dengan diri Anda, dengan mulai memilah pikiran kita dengan selftalk positif, yang memberdayakan yang membuat diri Anda bersemangat dan terus bertumbuh dengan perkembangan diri.
Namun diantara sekian banyak, negator hanya satu yang paling dekat dengan diri kita, yang tidak banyak dari diri kita yang menyadarinya, dia bergerak begitu sangat lihai, sangat rapi tanpa terlihat oleh pandangan mata siapapun, tidak tercium oleh indra penciuman siapapun, dia adalah diri kita sendiri, ya diri kitalah negator tersebut, sekarang mampukan diri kita mengalahkan negator yang satu ini? Semuanya ada di tangan Anda !!!

0 komentar: