Ryan on Facebook

Klien saya : Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) | Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) | Universitas Diponegoro (UNDIP) | PNPM Purbalingga | PNPM | PNPM Cilacap | PNPM Tegal | PNPM Pemalang | PNPM Pekalongan | PNPM Batang | PNPM Brebes | RUmah Sakit ANANDA Purwokerto | Salon Muslimah SALMA Purwokerto | Griya kerudung ARRAUDHOH | Toko Buku MUTIARA | Toko Buku Gramedia Purwokerto | Rumah Sakit Mitra Ariva Ajibarang | East West Seed, Purwakarta | Bank Muamalat Cabang Purwokerto | Telkomsel | Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas | Dinas Pendidikan Kabupaten Cilacap | Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga | Dompet Sosial Hidayah Klaten

Rabu, 03 Agustus 2011

Words Power (Bagian 1)

Salahsatu yang paling membedakan Antara manusia dengan hewan adalah kata-kata, ya kita bisa bertutur kata yang dengannya kita bisa tertawa, menangis, kata-kata itu telah membuat kita terluka atau merasa tenang. Dengan kata-kata itu pula kita mampu mengkomunikasikan segala hal yang ada dalam diri kita kepada orang lain, bahkan dengan kata-kata pula saya bisa berbagi tulisan ini kepada Anda.

Dalam sejarahnya, para nabi dan para pemimpin telah mentransformasi para pengikutnya dengan kata-kata, mempengaruhi emosi kita, membuat kita terlibat di dalamnya sehingga kita menjadi pengikut-pengikut setianya, semuanya karena kata-kata yang sampai kepada kita, bukan?

Bahkan Allah pun memberikan sebuah hukum dan dan aturan main kehidupan melalui kata-kata yang dia sampaikan kepada nabinya dalam bentuk wahyu yang selanjutnya menjadi kitab suci dan pedoman umat manusia.
Kata-kata telah menginspirasi banyak orang, namun kata-kata pula yang menghancurkan sebuah bangsa, disadari atau tidak kata-kata orang tua dan guru-guru kita telah sangat menginspirasi diri kita membuat diri kita menjadi seperti saat ini. Saya yakin saat ini kita masih mengingat beberapa kata-kata penting yang diucapkan oleh orang tua dan guru-guru kita tentang apapun, dimana kata-kata itu menjadi sebuah nilai dan keyakinan kita dan seolah menjadi navigasi dalam kehidupan kita.

Kata adalah ekspresi dari sebuah perilaku sebuah kebudayaan, jika ada karakter atau perilaku tertentu pasti ada kata yang mewakili karakter itu, seperti kata “semangat” untuk mewakili sebuah kondisi dimana seseorang berada dalam kondisi yang sangat positif untuk mengerjakan suatu hal.

Begitu pula kata “bodoh” untuk mewakili sebuah kondisi serba tidak tahu, akan suatu hal dalam kehidupan, ketidak mampuan seseorang menelaah sebuah pengetahuan atau ketidakmampuan seseorang dalam mengingat atau apapun, maaf saya tidak membuka kamus bahasa Indonesia untuk membahas dua kata yang saya contohkan di atas.

Namun percaya atau tidak ada beberapa Negara atau kebudayaan yang tidak memiliki kosa kata tertentu, mengapa seperti itu? Karena memang tidak ada karakter yang diwakili oleh kata-kata tersebut. Di suku Indian, suku asli bangsa Amerika ternyata tidak mengenal kata “bohong” karena di dalam kebudayaan mereka tidak dikenal karakter bohong itu sehingga tidak ada kata yang mewakili karakter tersebut. Begitu pula di suku Tasaday di Filiphina tidak dikenal kata “tidak suka”, “benci” atau kata “perang” bisa kita bayangkan bagaimana kehidupan mereka tanpa konsep dan kata tersebut bukan? Sehingga kita bisa tahu bahwa kata mewakili siapa diri kita.

Bersambung ke bagian 2

0 komentar: