Ryan on Facebook

Klien saya : Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) | Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) | Universitas Diponegoro (UNDIP) | PNPM Purbalingga | PNPM | PNPM Cilacap | PNPM Tegal | PNPM Pemalang | PNPM Pekalongan | PNPM Batang | PNPM Brebes | RUmah Sakit ANANDA Purwokerto | Salon Muslimah SALMA Purwokerto | Griya kerudung ARRAUDHOH | Toko Buku MUTIARA | Toko Buku Gramedia Purwokerto | Rumah Sakit Mitra Ariva Ajibarang | East West Seed, Purwakarta | Bank Muamalat Cabang Purwokerto | Telkomsel | Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas | Dinas Pendidikan Kabupaten Cilacap | Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga | Dompet Sosial Hidayah Klaten

Rabu, 07 September 2011

Nikah Murah Nikah Mudah


Salahsatu alasan seseorang menunda pernikahan adalah karena alasan financial, gak punya pekerjaan, punya pekerjaan tapi belum tetap, penghasilan yang belum pasti dan alasan financial lainnya. Banyak anggapan bahwa menikah itu mahal, begitu pula setelah nikah pasti pengeluarannya membengkak, membiayai anak dan pasangan, rumah makan dan yang lainnya semuanya menjadi berlipat.

Anggapan itu turun temurun diisukan oleh para bujangan sehingga menambah ketakutan untuk menikah. Namun anehnya justru isu itu hanya beredar dikalangan yang belum menikah saja tetapi tidak pernah terbukti di kalangan mereka yang sudah menikah.

Dengan alasan itulah saya mencoba menulis catatan ini, biar jelas dan tidak ada lagi pria single yang ragu untuk segera menikah, dan semakin sedikit dari para wanita yang tersakiti hatinya gara-gara pria yang dicintainya takut menikahinya dengan alasan finansial.

Sejauh pengalaman saya selama 5 tahun menikah, saya menyimpulkan menikah itu murah tapi bukan murahan, nikah itu mudah dan memudahkan. Memang seperti itulah kenyataannya, Hadis Rasul tentang sebaik-baik wanita adalah yang paling murah maharnya, adalah bukti bahwa menikah itu MURAH. Sejarah pernah menyebutkan bahwa nabi menyuruh umatnya untuk menikah meski dengan mahar cincin yang terbuat dari besi, bukti kembali bahwa menikah itu MUDAH

Namun bukan berarti dengan mudah dan murahnya sebuah pernikahan itu lantas para pria memberi mahar yang murah dan tak bernilai, Rasulullah saja memberikan 1000 unta untuk dijadikan mahar atas pernikahan dirinya dengan Khadijah, wanita yang paling dicintainya. Tujuannya adalah agar Anda para pria memiliki Izzah (wibawa) di depan istri dan mertua Anda!

Namun bukan berarti Anda menunda menikah dan menunggu hingga punya 1000 unta untuk sebuah pernikahan gara-gara mempertahankan Izzah di depan manusia, karena pada kenyataannya Izzah seorang laki-laki yang menafkahi keluarga dan mensucikan tinggi dengan menikah lebih tinggi ketimbang mereka yang masih melajang.

Menurut saya semakin muda seseorang menikah itu semakin baik. jika seandainya saya bisa kembali ke masa lalu, justru saya ingin menyegerakan menikah hingga di awal-awal semester kuliah, lebih asyik kayaknya. Pacaran halal, bener-bener menikmati gelora muda dengan pasangan yang sah tanpa terjebak dosa melainkan justru bernilai ibadah, asiknya…

Sebenarnya memang nyatanya menikah itu mudah dan murah, hanya kita dan budaya yang membuatnya terkesan sulit dan mahal. Kita dan orang tua kita sering menetapkan sebuah standar yang tinggi dan rumit, seperti menetapkan standar pasangan, tema pernikahan, konsep acara resepsi, kostum yang digunakan, semuanya serba dibuat rumit, padahal pertimbangan itu sama sekali pertimbangan yang tidak berdasar.

Rasulullah hanya menegaskan bahwa menikah itu karena 4 hal, penampilan, kekayaan, keturunan dan agama. Dan dengan pilihan yang ke 4 saja, yaitu agama, tiga pilihan sisanya bisa diabaikan. Dan kalaupun ingin mendapatkan pasangan dengan dengan 4 karakter itu ternyata memang gampang kok.

Dengan keadaan yang terkesan susah dan mahal itu, menjadikan pernikahan yang seharusnya menjadi solusi justru malah menjadi masalah baru bagi para pemuda, menjadi sesuatu yang menakutkan, karenanya banyak diantara pemuda yang melegalkan pacaran, hubungan tanpa status.

Mulai saat ini tanamkan bahwa nikah itu murah dan mudah, bagaimana caranya saya akan berikan sebuah kisah menarik tentang pengalaman seseorang yang menikah lima tahun yang lalu. Berikut kisahnya:
Tepat lima tahun yang lalu ada seorang pemuda yang mantap untuk menikah, mantap karena alasan financial dan mental. Bagaimana tidak penghasilannya 10 kali lipat dari biaya hidup bulanannya. Itulah yang menjadikan dia mantap untuk menggenapkan agamanya.

Usianya 25 tahun saat itu, dirasa secara matang secara mental dan social serta faham bahwa pernikahan merupakan jalan keluar dari masalah hidup yang ia hadapi. Pada saat itu nikah bukan lagi perkara sunnah bagi dirinya tetapi perkara wajib hukumnya. Ckckck… semangat 45!

Yang menjadikan seolah wajib adalah karena banyak wanita yang mengharapkannya, dan beberapa kali terjebak masalah kegeeran para wanita yang menyangka dia memberikan sinyal “suka” padahal menurutnya biasa-biasa saja, kegeeran kali ya…?. Dengan keadaan itu, genaplah alasan bahwa menikah itu wajib bagi dirinya: Spiritual, financial, mental dan material, semuanya PERFECT!

Ikhtiar pencarianpun dimulai, beberapa kali gagal dalam prosesnya hingga akhirnya dia mantap dengan sebuah pilihan, “proposal”pun dilayangkan. Hasilnya? Yup DITOLAK! Alasannya sederhana si wanita menganggap  tidak mungkin menikah pada saat itu. Alasannya, situasi tidak memungkinkan untuk menerima pinangan, keluarga yang terkendala akibat bencana gempa 2 bulan yang lalu ditambah dia memiliki kakak perempuan yang belum menikah.

Dengan elegan si wanita mengatakan, “silahkan menikah dengan wanita lain saja, untuk saat ini dengan alasan tersebut saya tidak mungkin menerima Anda”. Apakah si pria kecewa? Ternyata tidak, justru dia yakin “ini adalah jawaban istikhorohku, DIa belum mengijinkanku untuk menggenapkan agama,  yang penting Aku sudah berikhtiar dan Allah memiliki kehendak yang berbeda dengan ikhtiarku”

Apakah ceritanya berakhir di situ? Ternyata tidak, beberapa hari setelah “penolakan” itu, si pria menerima sebuah telepon dari seorang wanita yang mengaku guru ngaji dari wanita yang pernah diajaknya menikah, dia mengatakan bahwa si wanita telah berkonsultasi dengan ayahnya dan ternyata dia diijinkan, bahkan secara mengejutkan ayahnya meminta bertemu dan menyarankan menikah di bulan itu juga! GUBRAAK!

Padahal saat itu, sudah pertengahan bulan, dan kurang dari 20 hari untuk mempersiapkan momen yang sangat berharga itu. Ada keinginan untuk menolak perintaan itu, tapi ada perasaan takut jika dirinya dianggap penakut oleh calon mertuanya dan takut jika dia dianggap tidak bersukur atas permohonan yang diajukan kepada Tuhannya. Sekarang giliran dia yang bingung “saya siap menikah, tapi kalo kurang dari 20 hari, apakah orang tua saya mengijinkannya?” akhirnya dia memutuskan untuk menyampaikan “masalah” barunya itu kepada orang tuanya sambil memantapkan diri bahwa Allah pasti akan menolongnya.

Disinilah keajaiban baru dimulai, ketika bertemu dengan “camer”, ditentukanlah tanggal pernikahan. Camer mengharapkan pernikahan dilangsungkan pada tanggal 25 Agustus 2006, (padahal saat itu tanggal 7 Agustus 2006), namun dengan syarat tidak pake pesta besar dan tidak mengundang keluarga terlalu banyak. Alasannya? Agar tidak menyakiti perasaan tetangga yang berduka karena bencana gempa, juga untuk menjaga perasaan kakak perempuan yang “terlangkahi” dengan pernikahan mereka. Intinya adalah pernikahan sederhana namun tetap dalam koridor sunnah.

Lantas bagaimana dengan pendapat keluarga besarnya? Mendengar berita itu tentu saja keluarga si pria shock karena kabarnya begitu mendadak, meskipun akhirnya merelakan. Karena mendadak dan jarak yang sangat jauh, serta kondisi financial keluarga yang sedang tidak baik, maka keluarga mensyaratkan pernikahan yang sederhana dan itupun tidak bisa menghadirkan keluarga secara utuh. Akur?

Justru semua alasan itu begitu klop antara kedua pihak. Akhirnya pernikahan di selenggarakan, pertanyaannya adalah berapa biaya yang di keluarkan si pria untuk pernikahan itu? Ternyata setelah di hitung, biayanya hanya sekitar 1,2 juta saja, setengahnya untuk mahar dan sisanya untuk biaya transportasi. Sebesar itu pula yang dikeluarkan oleh “camer” untuk membiaya pernikahan anaknya, mengundang saudara dan tetangga dekat, biaya KUA dan biaya makan seadanya, bener-bener murah meriah.

Pernikahan di selenggarakan di Kantor Urusan Agama, yang ketika dilihat di atapnya tampak langit biru yang sangat cerah J sementara sukuran pernikahan diselenggarakan mirip “kendurian” hanya saja dengan kondisi yang jauh lebih sederhana dari kenduri. Mantaafff…!

Yakini bahwa Allah itu memberikan kemudahan bagi hambaNya, dan memberikan solusi sesuai dengan kadar masalahnya. Memberikan kemudahan bagi hamba yang yang berniat menjaga diri dan kehormatannya.  Yakini saja bahwa tidaklah semata-mata Allah dan rasulnya memerintahkan umatnya untuk menikah tanpa ada sebuah kemudahan didalamnya?

Seperti kisah diatas, begitu mudah dan murah. Ketika seseorang berniat untuk kebaikan dirinya, so apa hikmah lain di balik kisah pernikahan murah itu? Jangan tunggu saat yang sempurna untuk menikah karena justru menikah itu meneympurnakan , menikahlah selagi muda, lepaskan persepsi tentang harapan-harapan calon mertua, semuanya maya sebelum engkau melakukannya.

Alloh menolong mereka yang bersungguh-sungguh dalam ikhtiar, just do it, lakukan saja, biarkan semuanya terjadi . kalo setelah baca artikel ini masih ada yang mengeluh dan menunda menikah, pasti ada yang salah dengan isi kepalanya, hehehe…

Oya, terakhir sob, … tahukah siapa pemuda dibalik cerita diatas? Dialah penulis cerita ini, dan wanita yang menolak pinangan itu dialah yang akhirnya menjadi istri saya!!!
Sah? saaah... !

 Semoga bermanfaat.....

8 komentar:

mantabh..ijin share ya pak..hehe...

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Subhanallah...asa udh feeling dr awl ceritanya ne kyanya pengalaman n kisah nyata..^^
izin share yaa..

mantafff gan, maksudnya waktu mau nikah si ikhwannya sudah berpenghasilan 10 x biaya hidup.. sekarang sudah berapa kali kang ...?

Silahkan bagi yang mau share ke yang lain... dengan tetap menuliskan sumbernya ya? semoga bermanfaat !

mantab kang,, izin share ya..!

Mantap gan, sungguh kisah yang inspiratif. jazakumullah Khairan Katsira :)

nice share gan keren infonya, berguna sekali

souvenir pernikahan murah